Prediksi Brasil VS Swiss 18 Juni 2018

Prediksi Brasil VS Swiss 18 Juni 2018

Alaskabraininjury kali ini akan kembali mengulas sebuah prediksi dari ajang Piala Dunia 2018 Rusia antara tim nasional Brasil vs Swiss. Pertandingan ini menurut rencana akan diselenggarakan pada 18 Juni 2018 Pukul 01:00 WIB di Rostov Arena. Ini menjadi pertandingan kedua grup E Piala Dunia 2018.

Dengan banyaknya pemain bintang dunia yang dimiliki oleh tim nasional Brasil, bisa jadi peluang tim Samba melangkah ke babak selanjutnya semakin besar. Namun, Swiss diprediksi menjadi salah satu lawan tangguh yang harus dihadapi oleh Neymar dan dan rekan-rekannya dalam penyisihan grup kali ini.

Dalam pertandingan ini, tim nasional yang juga masuk dalam daftar tim yang diprediksi akan menjadi unggulan dalam meraih juara dalam pertandingan sepak bola akbar empat tahunan ini, Brasil akan bergabung dengan Swiss, Kosta Rika, dan Serbia di Grup E.

Sementara itu dari kubu tim lawan, tim nasional Swiss lolos ke babak 32 besar melalui jalur play off setelah menelan kekalahan saat berduel kontra Portugal. Di play off, Swiss berhasil menaklukkan Irlandia Utara dengan skor tipis 0-1 berkat tendangan penalti Ricardo Rodriguez di menit ke-58.

Dalam Pertandingan kali ini, kesebelasan Brasil dan kesebelasan Swiss pasti akan bertanding dengan sekuat tenaga mereka agar bisa melangkah ke babak 16 besar. Berikut ini sudah disiapkan data dan statistik dari prediksi bola akurat Brasil vs Swiss.

Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Swiss
Brasil : Alisson Becker – Dani Alves – Marquinhos – Miranda – Marcelo – Renato Augusto – Casemiro – Paulinho – Philippe Coutinho – Gabriel Jesus – Neymar.
Swiss : Yann Sommer – Ricardo Rodríguez – Akanji – Schar – Stephan Lichtsteiner – Zakaria – Granit Xhaka – Zuber – Dzemaili – Shaqiri – Seferovic.

Head To Head Brasil vs Swiss :
15/08/2013 Swiss 1 – 0 Brasil
16/11/2006 Swiss 1 – 2 Brasil
29/06/1950 Brasil 2 – 2 Swiss

Lima Pertandingan Terakhir Brasil :
15/11/2017 England 0 – 0 Brasil
10/11/2017 Japan 1 – 3 Brasil
11/10/2017 Brasil 3 – 0 Chile
06/10/2017 Bolivia 0 – 0 Brasil
06/09/2017 Colombia 1 – 1 Brasil

Lima Pertandingan Terakhir Swiss :
13/11/2017 Swiss 0 – 0 Northern Ireland
10/11/2017 Northern Ireland 0 – 1 Swiss
11/10/2017 Portugal 2 – 0 Swiss
08/10/2017 Swiss 5 – 2 Hungary
04/09/2017 Latvia 0 – 3 Swiss

Prediksi Skor Brasil vs Swiss : 1 – 0

Kesempatan Terakhir Messi Raih Piala Dunia

Messi Argentina

Karier Lionel Messi sebagai seorang pemaain sepakbola profesional disebut kurang lengkap karena belum juara Piala Dunia. Tekanan untuk meraihnya diibaratkan seperti pistol yang menempel di kepala Messi.

Messi sudah meraih berbagai juara di level klub dan individu. Bersama Barcelona, ia sudah memenangkan seluruh gelar yang bisa didapatkan oleh klub macam La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub.

Di level individu, gelar yang didapatkan oleh kapten tim nasional Argentina tersebut pun juga tidak sedikit. Messi bahkan memenangi Ballon d’Or sebanyak lima kali.

Namun, pemain berjuluk La Pulga ini kurang beruntung bersama tim nasional senior Argentina. Walaupun kerap disebut-sebut sebagai pemain terbaik sejagat, Messi belum pernah merasakan juara Piala Dunia.

Piala Dunia 2014 menjadi momen paling dekat Messi dengan gelar juara. Namun sayangnya, ia bersama La Albiceleste harus puas menjadi runner-up. Begitu pula dengan ajang Copa America, di mana Argentina menelan kekalahan di final 2015 dan 2016.

Tekanan untuk memenangkan Piala Dunia pun terus membayangi Messi. Manajer tim nasional Argentina Jorge Sampaoli mengibaratkan tekanan tersebut seperti pistol yang menempel di kepala pemain berusia 30 tahun itu.

“Ada pistol bernama Piala Dunia di kepalanya dan andaikan dia gagal memenangkannya, dia ditembak dan terbunuh. Sebagai akibatnya, dia tidak bisa menikmati talentanya.” kata Jorge Sampaoli seperti yang dilansir dari hatian Marca.

Meski demikian, Sampaoli tetap memberikan pujian setinggi langit Messi. Ia juga merasa terhormat bisa melatih Messi.

“Saat ini, saya merasa terhormat bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan pemain terbaik dunia. Orang yang menyandang status terbaik dunia di dunia dalam 10 tahun terakhir,” Sampaoli menyatakan.

Kesempatan Messi untuk memenangkan gelar juara dunia akan hadir di Piala Dunia 2018. Apakah Messi bisa menuntaskannya? Mari kita kita saksikan bersama-sama. Dan jangan lupa untuk mengunjungi https://www.betdeal.com/id/Home dan mencoba aneka permainan menarik.

Ibrahimovic Hengkang Karena MU Tersingkir Dari Liga Champions

Ibrahimovic tinggalkan MU

Hengkangnya Zlatan Ibrahimovic yang secara tiba-tiba dari Manchester United mengundang sejumlah spekulasi. Salah satunya karena kegagalan The Red Devils melaju dari babak 16 besar Liga Champions.

Tanpa isu yang ramai di media-media Inggris, Zlatan Ibrahimovic secara tiba-tiba saja memutuskan kontraknya di MU yang sebenarnya masih berlaku hingga akhir musim. Mantan kapten tim nasional Swedia ini lantas pindah ke Major League Soccer untuk gabung LA Galaxy.

Kepindahan mendadak Ibrahimovic ini kemudian jadi perbincangan mengingat mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu sebenarnya masih bisa memberikan lebih untuk MU, terlepas dari performanya yang menurun karena cedera.

Komentar terbaru diungkapkan oleh dokter yang menangani operasi lututnya tahun lalu, Freddie Fu Ho-Kueng. Dr Freddie Fu Ho-Kueng mengatakan jika kepindahan Ibrahimovic disebabkan karena MU tersingkir lebih cepat di Liga Champions.

Jika saja The Red Devils masih bertahan dan sampai ke final, Ibrahimovic kemungkinan masih bertahan untuk bisa meraih trofi yang sudah lama dia idamkan. Sayangnya, MU disingkirkan Sevilla di babak 16 besar.

“Setahu saya Zlatan dan Jose Mourinho tidak ada masalah. Zlatan sangat menyukai Manchester United, dia adalah pahlawan mereka sebelum cedera,” ujar Freddie Fu Ho-Kueng kepada South China Morning Post.

“Keinginannya melihat apakah dia bisa kembali lagi dan memenangi lebih banyak titel, terutama Liga Champions. Namun karena kekalahan dari Sevilla, menurut saya itulah yang jadi alasannya mengambil keputusan ini. Menurut saya itu alasannya,” sambungnya.

“United juga sudah tidak mungkin Manchester City di Premier League juga kok. Mungkin mereka masih punya kesempatan jadi juara Piala FA yang mana itu bagus namun gelar tersebut tidak sebagu Liga Champions.”

“Dia sudah melakukan banyak hal baik selama ini, memenangkan hampir trofi-trofi besar. Sayangnya mereka kalah dari Sevilla. Saya rasa dia bakal bertahan lebih lama, namun dia tidak mengatakan itu kepada saya,” tutup Freddie Fu Ho-Kueng.

Profil dan Biodata Lengkap Harry Kane

Biodata Harry Kane

Harry Edward Kane merupakan salah satu pemain sepakbola terbaik Inggris, yang juga punya kewarganegaraan Irlandia. Karier sepakbola profesionalnya dia awali bersama Tottenham Hotspur sejak tahun 2011.

Sebelumnya, Kane menimba ilmu sepak bola dengan bergabung dengan tim junioe Tottenham Hotspur sejak musim 2008-2009 dan bermain di tim U-16 yang berkompetisi di turnamen Copa Chivas dan Bellinzona yang diadakan di Meksiko. Dalam turnamen tersebut, dia menyumbangkan 3 gol.

Profil Lengkap
Nama Lengkap : Harry Edward Kane
Nama Panggilan : Harry Kane
Tempat Lahir : Chingford, Inggris
Tanggal Lahir : 28 Juli 1993 (24 Tahun)
Kebangsaan : Inggris
Klub : Tottenham Hotspur
Posisi : Penyerang
No Punggung : 10
Tinggi : 188 cm

Pada 7 Januari 2011, Kane dipinjamkan kepada Leyton Orient hingga musim 2010-2011 berakhir. Dia debut untuk Orient pada 15 Januari saat menjamu Rochdale dimainkan sebagai pemain pengganti dimana pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Kane membukukan gol perdananya dalam pertandingan kontra Sheffield Wednesday yang mengantarkan Leyton Orient menang di 22 Januari 2011. Dia mencetak gol keduanya di pertandingan melawan Bristol Rovers, diturunkan sebagai pemain penganti di menit ke-70 dan memberikan kemenangan 4-1 lagi untuk tim.

Pada 25 Agustus 2011, Kane bermain di pertandigan Eropa pertamanya setelah kembali bersama Tottenham Hotspur di putaran kedua Liga Europa kontra Heart of Midlothian. Di turnamen tersebut, dia berhasil mencetak gol saat bermain melawan Shamrock Rovers dimana skor berakhir 4-0.

Di akhir bilan Agustus 2012, Kane direkrur oleh Norwich City dengan status pemain pinjaman dan debut di Liga Premier sebagai pemain pengganti kontra West Ham United. Namun dia mengalami cedera di pertandingan keduanya bersama Norwich di Capital One Cup dan harus menjalani perawatan di Tottenham. Dia kembali bermain merumput dengan Norwich City pada 29 Desember 2012.

Pada 21 Februari 2013, Kane pindah ke Leicester City untuk musim 2012-2013 sebagai salah satu jalan menuju kembali ke Liga Inggris. Dia debut sekaligus mencetak gol ketika menjamu Blackburn Rovers.

Di musim 2013-2014, Kane pulang ke Tottenham Hotspurs dan mencetak gol di turnamen Capital One Cup dalam laga kontra Hull City di waktu tambahan. Hasil imbang 2-2 membuat pertandingan dilanjutkan ke babak penalti. The Lilywhites mengalahkan Hull City dengan skor akhir 8-7, dan Kane menyumbang gol dengan di penalti ke 5. Coba permainan baru yang dibuat di betdeal casino dan jadikan hari-hari anda semakin menarik.

Pemain Serie A Yang Sebaiknya Pindah Ke Premier League

Paulo Dybala

Disebut-sebut sebagai salah satu liga terbaik di dunia selain Bundesliga Jerman, Premier League Inggris dan La Liga Spanyol, Serie A Italia selalu menjadi tujuan bagi sejumlah besar pemain berbakat dan menjanjikan.

Sejumlah nama-nama besar seperti Paul Pogba, Mohamed Salah, Phillipe Coutinho dan banyak lainnya pernah merumput di Serie A sebelum membuat menjadi bintang yang lebih besar lagi di Premier League.

Sekarang ada banyak pemain hebat yang bermain di Serie A yang bisa menjadi bintang di Premier League setelah pindah ke Inggris. Berikut ini beberapa nama bintang di Serie A yang sebaiknya pindah ke Premier League :

Suso
Mantan pemain Liverpool ini direkrut oleh AC Milan di musim panas 2015 silam dan karirnya kembali bersinar sejak saat itu. Dia sudah tampil cemerlang selama dua musim terakhir dan menjadi bagian penting dari Rossoneri.

Meski posisi utamanya adalah gelandang serang atau pemain sayap, Suso memiliki kaki kiri yang bagus dan sangat tangkas untuk set-piece. Saat ini, banyak klub Premier League yang sedang memonitornya. Tottenham dikaitkan dengannya di bursa transfer Januari dan Liverpool juga berencana untuk memulangkannya kembali ke Anfield.

Gianluigi Donnarumma
Sulit dipercaya Gianluigi Donnarumma masih berusia 19 tahun dan hampir mencatatkan 100 penampilan bersama AC Milan. Donnarumma pasti akan menggantikan Gianluigi Buffon yang pensiun sebagai kiper nomor satu Italia.

Donnarumma melakukan pertama kali promosi di tim utama AC Milan di usia 16 tahun dan telah membuktikan dirinya di starting line up di depan kiper lebih berpengalaman dan mendapat banyak pujian dari karena kemampuannya di atas lapangan. Klub seperti Manchester United dan Chelsea mungkin akan datang kepadanya jika David de Gea dan Thibaut Courtois hengkang di musim panas.

Paulo Dybala
Paulo Dybala merupakan salah satu talena muda paling berbakat di dunia saat ini dan sudah dimonitor oleh banyak klub di seluruh Eropa. Dikenal dengan kecepatan, teknik dan finishingnya, dia bergabung dengan Juventus dari Palermo pada tahun 2015, dan sang striker melakukan pekerjaan yang bagus untuk Il Bianconeri sejak saat itu.

Manchester United dikabarkan berminat untuk merekrut Dybala, sementara Chelsea dan Manchester City juga sudah melakukan kontak dengan Juventus. Meski akan menghasilkan biaya yang sangat besar di bursa transfer, akan menarik untuk melihat kemana dia akan bermain di musim depan. Untuk anda yang menyukai tantangan, coba bermain online casino dan rasakan sensasinya!

Profil Dan Biodata Lengkap Alexis Sanchez

Biodata Alexis Sanchez

Alexis Sanchez sudah resmi menjadi pemain Manchester United. Sanchez disebut-sebut memang terlahir bermain untuk The Red Devils. MU dan Arsenal sepakat untuk melakukan pertukaran antara Sanchez dengan Henrikh Mkhitaryan.

Kedatangan Sanchez ke Manchester United menambah deretan pemain bintang yang ada di skuat Setan Merah. Sebelumnya sudah ada sejumlah nama-nama pemain top dunia seperti Paul Pogba, Romelu Lukaku, Anthony Martial, dan Juan Mata.

Profil Lengkap
Nama Lengkap : Alexis Alejandro Sanchez Sanchez
Nama Panggila : Alexis Sanchez
Tempat Lahir : Tocopilla, Chile
Tanggal Lahir : 19 Desember 1988 (29 Tahun)
Kebangsaan : Chile
Klub : Manchester United
Posisi : Penyerang
No Punggung : 7
Tinggi : 169 cm

Alexis Alejandro Sanchez Sanchez atau yang biasa kita kenal dengan nama Alexis Sanchez merupakan seorang pemain sepak bola top dunia yang berasal dari Chile.

Ia lahir pada tanggal 19 Desember 1988 di Tocopilla, Chile. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub Arsenal dan bermain pada posisi penyerang. Selain itu ia juga termasuk salah satu penggawa timnas Chile.

Alexis Sanchez mengawali karier sepakbolanya di level junior bersama CD Cobreloa ketika masih berusia 15. Karena penampilan impresifnya, Sanchez pun langsung dipromosikan di tim senior CD Cobreloa satu tahun berselang.

Sanchez tidak lama merumput di CD Cobreloa karena di musim tersebut, Udinese terpikat atas penampilan gemilangnya. Di musim panas 2006 Alexis Sanchez resmi pindah ke Udinese. Akan tetapi Sanchez justru dipinjamkan dua kali ke Colo-Colo hingga River Plate. Baru kemudian pada 22 Juli 2008, Sanchez kembali bermain di Udinese dan dia berhasil menjadi idola para suporter Udinese.

Kemudian Alexis Sanchez direkrut oleh Barcelona pada 20 Juli 2011 dengan nilai transfer 26 Juta Euro (belum termasuk bonus). Sanchez mencatatkan sejarah sebagai pemain Chile pertama yang bermain untuk Barcelona. Bersama Barcelona, Sanchez menikmati kejayaan dengan memenangkan beragam gelar dan kesempatan bermain dengan sejumlah pemain top seperti Andres Iniesta hingga Lionel Messi.

Pada 11 Juli 2014 Alexis Sanchez pindah ke Arsenal setelah dibeli seharga 35 Juta poundsterling. Empat tahun merumput di Emirates Stadium, pada awal tahun 2018 silam, Sanchez resmi menyeberang ke Manchester United.

Ini Alasan Bale Harus Segera Tinggalkan Madrid

Gareth Bale

Gareth Bale saat ini sedang terpinggirkan dari squad utama Real Madrid. Pernah menjadi pemain termahal dunia, Bale saat ini sedang berusaha mengembalikan karirnya karena rentetan cedera yang kerap mengganggunya. Namun, Santiago Bernabeu sepertinya bukanlah tempat yang ramah lagi untuk Bale.

Pejabat-pejabat di jajaran manajemen El Real dikabarkan sudah gerah dengan cedera yang dialami Bale dan siap menjual mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut. Bale belakangan ini sangat santer dikaitkan dengan Manchester United dan Old Trafford bisa jadi tempat yang tepat untuk membangkitkan karirnya. Berikut ini sejumlah alasan kenapa Bale harus bergabung dengan Manchester United:

Sudah Akrab Dengan Liga Inggris
Tidak seperti kebanyakan pemain lainnya, beradaptasi dengan Liga Premier Inggris tidak akan terlalu sulit untuk Bale. Dia sudah sangat berpengalaman dengan sepakbola Inggris.

Nama Bale bersinar kala memperkuat Tottenham Hotspur. Selain itu, ada rumor bahwa Jose Mourinho sangat ingin menjadi manajernya. Mourinho sudah lama mengagumi Bale dan kepercayaan dari manajer bisa membuat pemain menyatu dengan MU.

Keluar Dari Bayang-Bayang Ronaldo
Penampilan Gareth Bale bersama Real Madrid sebenarnya bisa dibilang cukup oke. Namun, perbandingan dengan sosok sang bintang Los Galacticos, Cristiano Ronaldo terkadang membuat kontribusi Bale kurang dihargai.

Dan, perbandingan tersebut membuat Bale terlihat jauh lebih kecil, meskipun tidak jarang dia tampil oke bersama El Real. Keluar dari semua tekanan tersebut itu mungkin sangat dibutuhkan oleh Bale untuk kembali ke permainan terbaiknya.

Rumor Ketertarikan Real Madrid Dengan Hazard dan Neymar
Peluang Gareth Bale untuk kembali ke tim utama Real Madrid terlihat cukup tipis sekarang, apalagi setelah klub dan para fans merasa semakin kesal dan putus asa karena cedera yang terus-terusan dialaminya.

Akibatnya, Los Galacticos sekarang dituntuk untuk mulai mencari penggantinya dan terus dikaitkan dengan pemain-pemain seperti Eden Hazard dan Neymar. Rumor kedekatan Neymar dan Real Madrid sudah semakin santer belakangan ini.

Makian Guardiola Yang Membuat Sterling Termotivasi

Sterling Guardiola

Bagi seorang Raheem Sterling, Josep Guardiola merupakan sosok bisa membuat dia bisa bermain sebagus sekarang ini. Namun, Sterling punya pengalaman buruk dengan Guardiola.

Setelah performa yang naik turun usai direkrut dari Liverpool, Sterling mulai menemukan kenyamanan bersama Manchester City. Padahal Sterling adalah pemain yang digadang-gadang akan kehilangan posisinya saat kedatangan Guardiola datang dua tahun lalu.

Tapi, kenyataannya Sterling justru menjadi salah satu Guardiola hingga saat ini. Musim ini bisa dibilang yang terbaik ketika pemuda asal Inggris ini sudah mencetak 20 gol dan 11 assist dari 37 penampilan di seluruh ajang kompetitif.

Waktu bermain Sterling mencapai 2.859 menit atau sekitar 77 menit dalam satu pertandingan. Bahkan Sterling akan selalu jadi pilihan utama Guardiola andaikata sang pemain tidak sedang absen karena skorsing atau cedera.

Situasi ini membuat Sterling merasa bahagia dan termotivasi untuk bermain lebih baik lagi. Walaupun demikian, Sterling tetap merasa tidak aman sepenuhnya di bawah Guardiola. Pasalnya, Guardiola di mata Sterling merupakan sosok manajer perfeksionis dan tidak ragu akan meluapkan amarahnya jika tampil buruk.

Hal itu dialami Sterling saat City bermain imbang tanpa gol di markas Crystal Palace bulan Desember silam. Sterling saat itu membuang kesempatan emas mencetak gol ketika sudah berada di mulut gawang. Bahkan The Citizens hampir kalah andaikan Ederson tak menepis penalti Palace.

“Jika sedang tidak puas, dia akan langsung mendatangimu. Saya ingat ketika tampil sebagai pemain pengganti di laga kontra Crystal Palace. Saya tiga kali kehilangan bola dan saya pikir tidak akan mendapatkan kesempatan sampai akhir musim setelah dimarahi habis-habisan di ruang ganti,” jelas Rahem Sterling seperti dilansir dalam Soccerway.

“Manajer seperti itu bisa membuat anda termotivasi untuk meningkatkan kemampuan Anda, dia akan mengingatkan Anda saat Anda melakukan kesalahan,” sambung Rahem Sterling.

Rekor Baru Ayah dan Anak Kluivert

justin kluivert

Justin Kluivert menjadi penerus sang ayah, Patrick Kluivert, dengan tampil di tim nasional Belanda. Debut Justin sekaligus mencatatkan sebuah rekor baru untuk De Oranje.

Debut bersejarah Justin dia catatkan saat menggantikan Memphis Depay di menit ke-78 dalam pertandingan persahabatan kontra kesebelasan Portugal di Stade de Geneve, Jenewa, Swiss, Selasa (27 Maret 2018) dini hari WIB.

Pada dasarnya, kesebelasan Belanda juga sudah memiliki sejumlah kombinasi ayah-anak di masa lalu sehingga keberadaan Justin, meneruskan perjalanan Patrick sang ayah yang memperkuat Oranje 1994-2004, bukanlah hal baru.

Sebelum Patrick Kluivert dan Justin Kluivert, De Oranje sudah lebih dulu punya beberapa sosok kombinasi ayah-anak seperti Danny Blind dan Daley Blind, Frank Berghuis dan Steven Berghuis, Johan Cruyff dan Jordi Cruyff, Jerry de Jong dan Nigel de Jong, serta Martin Koeman dan Ronald Koeman-Erwin Koeman.

Namun, tetap ada catatan spesial dari debut Justin Kluivert bersama kesebelasan Belanda. Hal itu tak lepas dari usianya yang baru menginjak 18 tahun (dan 325 hari) ketika mencatatkan debutnya untuk timnas berlambang kepala Singa itu.

Sang ayah Patrick, juga menjalani debutnya bersama Oranje ketika masih berusia 18 tahun (plus 138 hari), dalam pertandingan melawan Republik Ceko pada tahun 1994 silam.

Hal itu membuat Patrick Kluivert dan Justin Kluivert mencatatkan sebuah rekor baru sebagai kombinasi ayah dan anak pertama yang menjalani tampil di laga internsional bersama tim nasional Belanda di usia 18 tahun.

Dalam penampilan perdananya tadi pagi, Justin tercatat membuat tiga sentuhan dengan akurasi operan 66,7%. Sama sekali tidak buruk mengingat Justin hanya bermain selama 12 menit, dengan sang ayah terus memantau setiap detik aksi debutnya.

Messi : Argentina Bukan Favorit Juara Piala Dunia

Lionel Messi Argentina

Kurang dari tiga bulan lagi, kompetisi sepakbola paling akbar, Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan. Pemain bintang Argentina Lionel Messi menilai jika negaranya bukan favorit untuk menjuarai turnamen itu.

Le Albiceleste menatap Piala Dunia edisi kali ini dengan kurang ideal. Messi dan rekan-rekannya kesulitan di kualifikasi, bahkan baru pada pertandingan terakhir di babak kualifikasi untuk memastikan kelolosannya ke Rusia.

Di sesi kualifikasi, Argentina finis di posisi ketiga zona Amerika Selatan di bawah Brasil [1] dan Uruguay [2]. Tapi hasilnya kurang memuaskan dengan hanya meraih tujuh kemenangan, tujuh kali imbang, dan empat kali kalah dalam 18 pertandingan.

Dalam persiapan akhirnya, Argentina berhasil mengalahkan Italia 2 gol tanpa balas di pertandingan persahabatan dan akan menghadapi tim tangguh Spanyol pada Rabu (28 Maret 2018) dinihari WIB. Messi memilih realistis dengan peluang Argentina.

“Untuk Piala Dunia edisi kali ini, sepertinya kami bukanlah salah satu kontestan yang difavoritkan menjuarai Piala Dunia,” kata Lionel Messi seperti yang dilansir dari ESPNFC.

“Masih ada beberapa tim yang punya persiapan dan pemain lebih baik dibandingkan kami seperti Spanyol, Jerman, Brasil, dan Prancis,” lanjut Lionel Messi

Di putaran final bulan Juni mendatang, tim nasional Argentina masuk ke dalam Grup D bersama tim nasional Islandia, Krosia, dan Nigeria. Argentina finis sebagai runner-up di Piala Dunia 2014.